Setiap hari, langit menatap kita tanpa berkata-kata. Tapi di balik diamnya, ia menyimpan banyak cerita: tentang asap yang mengepul dari hutan terbakar, tentang awan yang tak lagi membawa hujan, dan tentang cahaya yang redup ditelan polusi.
Puisi-puisi dalam antologi ini saya tulis sebagai upaya menangkap bisikan-bisikan langit yang mulai lelah. Saya ingin mengajak pembaca untuk melihat ke atas, dan menyadari bahwa luka-luka itu bukan hanya milik bumi, tapi juga milik langit yang selama ini kita abaikan.
Melalui puisi, saya belajar bahwa lingkungan bukan hanya latar hidup kita, tapi juga bagian dari tubuh dan jiwa kita. Ketika langit terluka, kita pun sebenarnya sedang kehilangan arah.
Penulis: Asep Yudha Wirajaya
Ukuran Buku: 14,8 cm x 21 cm
ISBN:
Jumlah Halman: 141
Tahun Terbit: 2025
Harga: Rp. 96.000
Stok:

